Delanggu, walau saat ini areal ruang publiknya terasa sempit dengan kehadiran bangunan-bangunan baru ataupun areal persawahannya yang semakin berkurang karena adanya pembangunan perumahan-perumahan, tapi masih ada tempat-tempat yang indah untuk sekedar menikmati suasana Kota Kecamatan Delanggu.
Salah satu suasana yang masih bisa dinikmati di Delanggu adalah kala matahari terbenam atau istilahnya sunset.
Suasana Sunset dari Dukuh Miliran, Mendak, Delanggu
Desa Gatak adalah satu desa di Kecamatan Delanggu yang berada di pusat Kota Delanggu.
Gedung Balai Desa Gatak
Sejarah
Mengenai adal usul nama desa gatak tidak dapat ditemukan, karena tidak
ada sumber informasi yang dapat digali. Namun menurut sesepuh Desa
Gatak, bahwa desa gatak sejak zaman Belanda sudah ada dan pada waktu itu
dipimpin oleh Raden Ronggo yang kharismatik. Desa Gatak juga terdapat
situs bersejarah peninggalan Kanjeng Sri Susuhunan Paku Buwono X yang
berupa persinggahan. Persinggahan tersebut dahulu digunakan oleh apabila
melakukan perjalanan ke wilayah selatan.
Pekerjaan penataan trotoar di sepanjang Jalan Raya Kota Delanggu, Klaten
banyak dikeluhkan warga. Sudah sekitar dua bulan trotoar dibongkar,
material masih menumpuk sehingga mengganggu aktivitas perekonomian dan
rawan kecelakaan.
“Proyek penataan trotoar itu sangat
mengganggu aktivitas warga, terutama kalangan pelaku usaha,” ujar Agus
Tiyarto (57), salah satu pemilik toko di kawasan Delanggu.
Beras Delanggu memang sudah terkenal dimana-mana. Terkenal akan kualitasnya dan rasanya yang enak dan pulen. Rojolele, jenis beras yang jadi andalan Delanggu.
Salah satu musisi Delanggu pun mengapresiasikan keterkenalan Beras Delanggu dalam sebuah lagu campursari. Lagu yang dicipatin Mas Nono dari Ichsan Nada, Grup Musik Campursari Kota Delanggu.